Langsung ke konten utama

SAHABAT BIARKAN AKU MENGAJARKANMU BAGAIMANA MENCINTAInya KARENA ALLAH.


Bismillahirrahmaanirrahiiim.
Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran:31)


Jangan kau katakan “aku mencintaimu karena Allah” sementara :
·         dirimu tak tahu maksud kalimat tersebut
·         dirimu tak mengenal siapakah Allah
sudahkah kau mengenal asma-asma Nya dan memahami maknanya?
sudahkah hatimu tergetar saat mendengar asmaNya
(getaran yang paling nyata adalah, saat adzanNya menyapamu,
kau bergegas menuju rumahNya dan meninggalkan selain Nya, tuk
menumpahkan rasa cintamu padaNya).
·         -dirimu tak mengenal apa makna mencintai dan bagaimana mencintai
mencintai itu bukan kata benda namun kata kerja
yang harus dibuktikan dengan lisan dan perbuatan
Setiap orang melakukan segala sesuatu didasari niat dan latar belakang jika latar belakangmu karena Allah, ikuti apa yang Dia ridho engkau melakukannya.
Tahukah dirimu bagaimana kau mendapatkan keridhoannya?
Ridho lah terhadap apa yang dia berikan kepadamu dan syukurilah
syukur itu bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah, namun berbuatlah kebaikan dengan apa yang diberikanNya kepadamu, sehingga bermanfaat bagimu dan orang lain.
Tahukah kamu apa yang telah diberikanNya kepadamu agar kamu tidak tersesat dalam mencintaiNya?
1.Al-Quran
2.As-Sunnah
Namun hati-hati, banyak orang yang mengaku mencintai seseorang namun cintanya tertolak.Tahukah kamu mengapa?
karena dia tahu apa yang disukai kekasihnya, namun memberikan apa yang disukai tersebut dengan cara yang salah dan menyakiti
seperti halnya dirimu tahu bahwasanya kekasihmu mencintai sekuntum bunga mawar namun kau berikan dengan melemparkan mawar
itu ke wajahnya.
memang benar kau memberikan apa yang dia sukai namun kau benar-benar menyakiti hatinya.
Boleh jadi kau berkata “aku mencintai Allah , berpegang pada Quran dan Sunnah” namun caramu salah memegangnya dan mengaplikasikannya.
Tahukah kamu bagaimana memegang Al-quran dan sunnah yang benar, dimana setiap iman islam seseorang tak akan menolaknya?
peganglah Al-quran dan Assunnah dengan cara kekasih Allah memegangnya. Tahukah kamu kekasih Allah yang tidak diragukan lagi cintanya? yang bukan hanya dia yang mengaku mencintaiNya namun Dia (Allah) juga menyatakan bahwa Dia mencintainya dan diterima cintanya.
Subhanallah..dialah Rasulullah, Muhammad bin abdullah .
Peganglah dan jalankan apa yang diperintahkanNya dalam Al-Quran dan Assunnah dengan caranya orang-orang yang diridhoiNya dan merekapun ridho kepadaNya. Mereka adalah Rasulullah saw dan para sahabatnya.
Bukan dengan caramu sendiri yang kau tafsirkan sesuka hatimu dan sesuka nafsumu. dan
Bukan pula dengan cara musuh-musuhNya (kaum kafir dan munafiq)
“jika ingin mencintai kekasihmu, gunakan ilmu yang telah diberikan olehNya.
perbanyaklah menuntut ilmu agama, agar kau tak tersesat dalam mencintainya.”
Jangan kau katakan “aku mencintaimu karena Allah” ,namun dirimu ibarat seorang pemabuk yang tidak mengerti apa yang kau ucapkan.
Sadarlah dari mabukmu wahai sahabatku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KA MENOREH VS KA SENJA UTAMA

interior KA Menoreh Mendengar bahwa KA kelas bisnis semarang – Jakarta sudah digantikan dengan KA Menoreh, yaitu dengan penambahan AC (air conditioner) dan gerbong baru, membuat saya sedikit antusias untuk mencoba kereta tersebut untuk pulang ke Jakarta dari semarang. Kereta tersebut tadinya bernama “senja utama”yang merupakan kereta kelas bisnis, namun sekarang digantikan oleh “ menoreh” dengan kelas ekonomi AC. Harga 1 tiket kereta menoreh tersebut tidak jauh beda (sedikit lebih mahal)  dengan kereta senja utama (dulu) yaitu sekitar 120rb – 155rb. Saya berangkat dari semarang ke Jakarta pada hari jumat, dengan harga tiket 155 ribu, menurut saya harga tersebut agak sedikit lebih mahal, karena melihat hari keberangkatan saya yang bukan hari libur dan bukan pada saat terdapat event besar (seperti lebaran). Tapi saat itu saya berpikir, mungkin karena ada penambahan AC dan tentunya dengan gerbong baru harga tersebut pantas. interior KA Senja utama     ...

secuil dari karya ku

ini adalah beberapa karya gw waktu gw masih duduk di bangku smp sampai sma. KUCING ini lukisan kucing lhoo,,walaupun kebanyakan orang bilang ini kayak macan gara-gara ada belang-belangnya . huuhu,,yaa harap dimaklumi aja ya coz ini lukisan pertama gw. BURUNG ELANG ini lukisan ke dua gw, gak bagus sih, tapi gak jelek juga, hahaha,,banyak yang bilang kupingnya kayak panda, huaaaaaaaaaaaaaaaa, pada jahat ya.ckck TSUNAMI gw lupa ini lukisan gw yang keberapa. hmm..sedikit gak jelas mungkin, haha. kenapa gw namain TSUNAMI, karena lukisan ini adalah gambar dari suatu pantai di aceh pasca tsunami tahun 2004. saking tersentuhnya banget gw dengan kejadian tsunami, akhirnya gw abadikan di lukisan gw ini. TANAH LOT lukisan ini adalah tanah lot di bali, gak tau kenapa mau ngegambar ini, tapi ini merupakan salah satu lukisan favorite gw, nice =), kenapa?? coz lukisan ini dibuat di kanvas kecil, hmm ukuran 40x50 kalo gak salah, tapi pengerjaannya paling lamaaaaaaa buanget! ampe g...

Pondasi Iman

untuk membangun rumah biasanya kita mulai dengan membangun pondasinya, yang fungsinya sebagai penguat agar bangunan tetap berdiri tegak, kokoh. Dalam dunia arsitektur pondasi berfungsi sebagai inti dari penyaluran beban, mulai dari beban atap, balok, kolom, kemuadian pondasi lalu baru ke tanah. Begitu pentingnya sebuah pondasi dalam sebuah bangunan.. Sama hal nya dengan sholat, sholat adalah pondasi dari iman kita sebagai muslim, apabila solatnya baik maka semua amalnya juga baik. maka dari itu, apabila kita ingin mengokohkan iman kita maka kokohkanlah pondasinya yaitu sholat. seperti dalam hadist Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda: إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَ...