Langsung ke konten utama

BALADA SI PENDENGAR

Balada si pendengar
Orang yang anda jadikan tempat cerita selama ini tak lain dan tak bukan hanyalah seorang manusia, yang sebenarnya mempunyai masalah juga seperti anda, hanya saja dia lebih memilih untuk menyimpannya sendiri dan memutuskan untuk tetap tersenyum diluarnya. Anda tidak tahu sebenarnya, mungkin masalah yg anda hadapi lebih ringan dari miliknya. Hanya saja dia pandai untuk menutupi serta lebih lihai dalam menerima keadaan. Walau hanya menjadi pendengar yang baik, namun dalam lubuknya yang terdalam ia ingin memberikan solusi atau jalan keluar, namun batinnya pun terlalu sempit untuk merasakan masalah orang lain. Coba cek lagi ketika ingin mencurahkan hati, kepada siapa anda akan bercerita? Kepada seorang yg kelihatannya baik-baik saja, bijak dalam menghadapi persoalan, diam dan seolah tanpa masalah?? Bisa jadi harusnya anda yang menjadi tempat curahan hatinya, karena tidak dipungkiri orang yang pengertian sebenarnya adalah orang yang ingin dimengerti.

Kesimpulannya, berpikirlah ketika mau berbagi cerita duka, bukankah lebih baik hal tersebut diceritakan kepada yang Maha Bijak? Bukan si pura2 bijak??cerita2 masalahmu terkadang membuatmu lega, tapi tidak sedikit pula menambah beban bagi si pendengar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ayah

setiap  tetes peluh mu yang jatuh tak kan bisa tergantikan dengan apapun di dunia ini.. ayah.. mungkin kadang kau terlupakan, tergantikan peran oleh ibu.. sikap mu yang dingin dan tegas, sangat sulit untuk kami bermanja ria. namun dibalik itu semua, saat aku kecil ia selalu menggandeng ku ketika berjalan, takut kalau aku terjatuh dan tersesat, menjulurkan jari telunjuknya untuk ku berpegang.. ia selalu mengatarkan jemput ku sekolah, ia tak pernah mengajarkan ku untuk bolos meski halang rintang menghadang, kalau sudah begitu ia akan mengantar ku dengan sepedanya dan aku duduk diatas stang sepeda. ia selalu menyuruh ku taat beibadah dan mengaji, kalau tidak ia akan menyabet ku dengan gantungan baju. ia selalu mngajarkan ku untuk tidak iri dengan apa yang temanku punya,,walau sudah merengek beribu kali, ayah ku tetap tidak akan memberikan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.. ia mengajarkan ku bagaimana harus mensyukuri apa yang tlah kita punya.. ketika remaja sampai sekarang ia ...

secuil dari karya ku

ini adalah beberapa karya gw waktu gw masih duduk di bangku smp sampai sma. KUCING ini lukisan kucing lhoo,,walaupun kebanyakan orang bilang ini kayak macan gara-gara ada belang-belangnya . huuhu,,yaa harap dimaklumi aja ya coz ini lukisan pertama gw. BURUNG ELANG ini lukisan ke dua gw, gak bagus sih, tapi gak jelek juga, hahaha,,banyak yang bilang kupingnya kayak panda, huaaaaaaaaaaaaaaaa, pada jahat ya.ckck TSUNAMI gw lupa ini lukisan gw yang keberapa. hmm..sedikit gak jelas mungkin, haha. kenapa gw namain TSUNAMI, karena lukisan ini adalah gambar dari suatu pantai di aceh pasca tsunami tahun 2004. saking tersentuhnya banget gw dengan kejadian tsunami, akhirnya gw abadikan di lukisan gw ini. TANAH LOT lukisan ini adalah tanah lot di bali, gak tau kenapa mau ngegambar ini, tapi ini merupakan salah satu lukisan favorite gw, nice =), kenapa?? coz lukisan ini dibuat di kanvas kecil, hmm ukuran 40x50 kalo gak salah, tapi pengerjaannya paling lamaaaaaaa buanget! ampe g...

Time going so fast

source : http://favim.com/image/241248/ 28 maret 2013 Nit..nit..alarm hand phone berbunyi, gue usap layar hp buat matiin itu alarm. Ini masih jam 7 pagi, hooah ngantuk. Sambil ngecek ada message atau gak. Ada watsap ternyata, gw cek dari temen smp gue desti namanya. Dengan kondisi yg masih setengah ngantuk gue mulai nerawang, baru sekitar 4 hari yang lalu temen gue itu ngabarin tentang   spica lagi. DEG! *** 25 februari 2013 spica itu nama temen deket gue waktu smp kelas 1, sampe kelas 3 pun kita masih suka maen bareng, sayang setelah itu kita lost contact kita gak tau kabar masing-masing. Sampe akhirnya kemarin sekitar bulan februari gue baru dapet kabar kalo spica sakit parah. Posisi gue saat itu lagi mondar-mandir Jakarta semarang. Denger kabar yang menjelaskan kalau kondisi dia bener2 parah, gw langsung janjian sama desti buat jenguk. Gak berpikir panjang, yg ada dibenak gue saat itu adalah dia dalam kondisi selimutan, selang infuse, tidur dgn manis, dan ...